Latest News

Monday, June 12, 2017

Daging Ular untuk Terapi Medis


Daging ular untuk terapi medis


Kesehatan - Banyak orang uang beranggapan daging ular dapat digunakan sebagai terapi medis,Namun,bagaimana sebenarnya penggunaan daging ular untuk terapi medis ditinjau dari sisi kedokteran?
berikut ulasanya.

Apakah dilingkungan anda terdapat tradisi penggunaan daging ular untuk terapi medis?
Kepercayaan yang meyakini khasiat daging ular untuk terapi medis bukanlah hal baru,justru telah berlangsung lebih dari sepuluh tahun.

Bukan hanya di Indonesia,di negara lain,seperti China hingga Amerika Selatan mengonsumsi daging ular,dan sebagian orang yang mengonsumsi daging ular ini mengemukakan pendapat bahwa mereka mengonsumsi daging ular untuk terapi medis.

Beberapa manfaat kesehatan yang sering dihubungkan dengan daging ular misalnya adalah pengobatan untuk penyakit kulit menahun,radang sendi,kejang,lumpuh,lemah syawat,penurunan libido,dan penyakit lupus.

Baca Juga : Unik Kebiasaan Idul Fitri Di India

Namun demikian,ada baiknya anda menunda dulu niat penggunaan daging ular untuk terapi medis,Pasalnya,dari hasil penuluran berbagai penelitian kedokteran,manfaat yang disebutkan di atas belum terbukti benar adanya.

Daging ular secara kasar mengandung 93 kalori per 100 gram,Kandungan kalori pada daging ular tersebut hampir setengah dari kalori yang di kandung daging steak sirloin,Selain itu kadar lemak jenuh daging ular tersebut juga diketahui sepertiga kandungan lemak jenuh pada daging steak.

Apakah dengan kendungannya yang sekilas tampak lebih baik dari daging biasa,maka daging ular berkhasiat untuk ketika dikonsumsi?Sayangnya ,seperti yang dinyatakan di atas,belum ada penelitian kedokteran yang dapat mengkomfirmasikan khasiat kesehatan terkait penggunaan daging ular untuk terapi medis.

Dari hasil penelusuran sumber jurnal kedokteran yang sah (International Journal of Food Microbiology),justru ditemukan bahwa daging ular kerap mengandung sejumlah jenis kuman yang dapat menganggu kesehatan manusia,Kuman apa yang dimaksud?berikut penjelasanya :

1.Salmonelia

Bakteri ini terkait penyakit tifoid dan para tifoid,dautu infeksi berat saluran cerna,Gejala yang muncul berupa demam,menceret/kontipasi,muntah,lidah kotor,dan bila gejalapenyakit begitu berat dapat menyebabkan gangguan hati hingga kematian.

Salah satu laporan kasus di Amerika pada tahun 1989 memberitakan bahwa seorang wanita yang berusaha mengobati penyakit lupus yang dideritanya dengan mengkonsumsi daging ular mentah yang dikeringkan justru mengalami infeksi Salmonella Arizona yan g fatal hinnga  berujung kematian.

2.Escherichia coil

Bakteri ini berkaitan dengan diare,nyeri perut,mual dan muntah,Bakteri ini berperan dalam pembusukan sisa makanan manusia dan keluar bersama kotoran.

3.Costridium

Costridium tetani merupakan bakteri yang terkait dengan penyakit tetanus,Gejala penyakit tetanus berupa tubuh kaku,kontraksi otot yang tidak terkordinasi,hingga kejang dan dapat menyebabkan kematian.

4.Shigella Yersinia,dan Compylobacter

Jenis berbagai shigella dysentriae,yersinia enterocolitica,dan compylobacter jejuni merupakan penyebab menceret air yang disertai darah,nyeri perut,serta mual dan dan muntah,kadang disertai dengan demam,Selain itu,compylobacter jejuni juga dikaitkan dengan penyakit Guilain-Bare Syndrome,atau penyakit dengan gejala utama kelumpuhan.

5.Spirometra

Jenis cacing ini menyebabkan penyakit sparnagosis,dari penelitian selama 8 bulan di pasar.

Di china,kasus spargonosis menyerang orang-orang yang mengonsumsi daging ular dan katak mentah/tidak matang,meminum empedu dan darah ular,Selain menimbulkan gejala gastrointenintal,larva cacing ini diketahui dapat mencapai organ lain,contohnya otak.

Berdarkan temuan kuman yang bisa dijumpai pada daging ular,maka dapat dikatakan bahwa mengkonsumsi daging ular tanpa kewaspadaan tinggi justru dapat berakhir pada kematian,terlebih lagi ,bila daging ular tersebut tidak dimasak dengan sempuna,ataupun daging ular masih mentah,tentunya kemungkinan terinfeksi jenis-jenis kuman yang disebutkan diatas akan semakin besar.

Oleh sebab itu,mengingat resiko terhadap kesehatan yang tidak kesil,sementara manfaat kesehatannya juga masi belum terbukti,rekomendasi penggunaan daging ular untuk terapi medis tampak tidak berdasar,dan sebaiknya hal ini dihindari demi menjaga kesehatan anda.



Ditulis oleh Aldi ? Lintasmetro.com

No comments:

Post a Comment