Latest News

Sunday, July 2, 2017

Kisah Plastik Hitam dan Kejujuran Ibu Penjual Sayur Keliling


Inilah foto sosok ibu jujur sang penjual sayur keliling yang menemukan uang yang lumayan banyak yang terikat dalam sebuah plastik berwarna hitam (Lintasaktual/Dirga)


Lintasaktual - Kamis siang,29 Juni 2017,sekitar pukul 11.00 WIB,Widiyanti (33) berkeliling sembari menjual sayuran dan jajan seperti biasa,Matanya tak sengaja tertuju pada plastik hitam,Ia lalu menuntun sepeda kearah plastik dan memungutnya.

''Tadinya saya mau ambil plastik hitam itu karena berserakan di jalan  di pertigaan lampu merah simpang empat,Tapi tidak sengaja saya buka apa isinya,karena terikat karet,Saya terkejut karena isinya cukup banyak,''ucap Widiyanti.

Isinya yang dimaksud adalah uang yang jumlahnya diperkirakan jutaan rupiah,Karena uang itu bukan haknya,Widiyanti memutuskan untuk menyerahkannya ke polisi yang berjaga di pos pengamanan lebaran Tugu Lawet.

''Karena itu bukan hak milik saya,makanya saya serahkan ke pak polisi saja,kasihan kalau ada yang sempat cari uang ini,karena jumlahnya lumayan banyak,''kata dia.

Anggota polisi yang menerima plastik hitam temuan ibu penjual sayur itu sempat kaget,Ia lalu melaporkan temuan uang itu keatasanya,Widiyanti akhirnya diminta menceritakan temuan uang tersebut kepada Kapolsek Kebumen Iptu Mardi.

Warga Dukuh Kebenaran,Kelurahan Tamanwinagun,RT 02/RW 07 itu menjelaskan secara singkat,''Kapolsek Kebumen yang menerima pemyerahan uang itu terharu atas kejujuran Widiyanti dan berjanji akan menyebar luaskan kabar penemuan uang tunai itu.

''Kami salut atas kejujuran saudari Widiyanti,Sudah jarang orang yang mempunyai sifat jujur sekarang ini,''ucap Mardi.

Ia pun mempersilakan kepada warga yang merasa kehilangan uang yang dibungkus tas plastik untuk menghubungi Polsek Kebumen.

''Jumlahnya sementara rahasiakan untuk menghindari orang yang berniat buruk,Namun Sedikit saya infokan bahwa jumlahnya lebih dari 1 juta,''kata dia.

Ditulis Oleh - Dirga Lintasaktual


Saturday, July 1, 2017

50 Orang Meninggal Akibat Kecanduan Narkoba Tiap Hari


Ilustrasi contoh dari segala jenis narkoba

Lintasaktual - Indonesia sudah lampu merah dalam penyalagunaan narkotika dan obat-obatan terlarang,Saat ini,''jumlah pengguna narkoba mencapai 4,2 juta orang.

''Korban tewas 40-50 orang dalam setiap harinya karena narkotika dan 60 persen  pengguna ganja dan sabu sangat berpotensi mengalami gangguan psikotik,''kata Menteri Sosial Kholifah Indar Parawansa saat mengunjungi Panti bekas Napza,Grya anti Narkoba,di jalan Mandor Hasan 48,Cipayung Jakarta Timur,Selasa(30/6/2017)siang.

Rp 50 juta triliun dalam setahun dibelanjakan para pecandu penikmat narkoba untuk menikmati barang haram tersebut,dari jumlah pecandu dan putaran uang yang fantastis itu,ternyata tidak sebanding dengan upaya rehabilitasi.

Pemerintah merehabilitasi 100 ribu pengguna setiap tahunnya,sehingga membutuhkan waktu 42 tahun untuk menuntaskanya dan itu pun kalau tiddak bertambah para pengguna baru.

 ''Masalah narkoba sudah sangat serius karena mengakibatkan penurunan produktivitas,maka dibutuhkan langkah-langkah serius,strategi dan kongkret untuk mengenjot upaya rehabilitasi,''ujar bekas mantan Menteri Pemberdayaan perempuan itu.

Sebelumnya,''Mensos menghadiri  Deklarasi Rehabilitasi 100.000 penyalaguna Narkoba yang digelar Badan Narkotika Nasional di lapangan Bhayangkara,Mabes Polri,Jakarta Selatan.

Penanganan bekas pecandu narkoba  tidak bisa sendirian,namun harus melibatkan lintas sektor,kementrian,pemuda,tokoh agama,tokoh mayarakat,dunia pendidikan,karang taruna,dan
sebagainya.

''Upaya rehabilitass BNN bisa menjadi gerakan nasional yang diikuti tingkat regional dan skala lokal,Indonesia dalam darurat narkoba mesti melakukan proses kesadaran bersama,''ujarnya.

Saat ini,Kementrian Sosial (Kemensos) sendiri akan merehabilitasi bagi para pecandu narkoba dan penyalagunaan narkoba sebanyak 10.000 orang selama enam bulan.

Rehabilitasi dilaksanakan di 105 lembaga,terdiri dari 2 Unit Pelayanan Teknis (UPT) Kemensos,5 Unit Pelayanan Teknis Daerah (UPTD) dan 98 Lembaga milik masyarakat di 24 provinsi.
''Untuk merehabilitasi 10.000 orang di perlukan 700 pekerja sosial (peksos) dan 500 konselor adiksi dengan rasio peksos : 7 klien dan 1 konselor : 10 klien,''ucapnya.

Mengenal Griya anti narkoba,''berlokasi di Jalan Mandor Hasan No.45,Ceger-Cipayung,Jakarta Timur ini,berada dilokasi Taman Indraloka milik bekas Kepala Badan Intelejen Negara (BIN),Am Hendro Priyono,Grya Anti Narkoba tersebut merupakan satu-satunya tempat edukasi tentang narkoba dan bahayanya di Jakarta yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo saat menjadi Gubernur DKI Jakarta saat itu,pada 25 Juni 2014.

Saat pengunjung  akan menjumpai berbagai jenis nerkoba asli yang dipajang di dalam kaca dan terdapat foto-foto tentang bahaya pengunaan narkoba dalam jangka panjang.

Di tempat,ini pegunjung juga akan mengetahui bagaimana para bandar narkoba menyebarkan  atau memasarkan narkoba di Indonesia,Selain itu tedapat foto-foto hasil sitaan narkoba oleh aparat keamanan dari para pengedar narkoba dan gembong narkoba.

Tujuan mendirikan tempat ini adalah dengan misi agar para orang tua bisa memberikan pelajaran kepada anaknya sejak dini tentang bahaya penyalagunaan narkoba di Griya Anti Narkoba Taman Indraloka tersebut.

Tersedia ruang pemutaran film mengenai bahaya akan narkoba yang berdurasi 15 menit di sudut bagian kanan Griya dengan kapasitas tempat duduk ruang 50 kursi dilengkapi pendingin udara yang dipergunakan bagi siswa SMA ke atas.

Dibuka mulai pagi hingga pukul 17.00 WIB,terbuka bagi umum,Pengunjung diwajibkan mengisi buku tamu yang telah disediakan di pintu masuk.


Ditulis Oleh - Dirga Lintasaktual

Friday, June 30, 2017

Tangani Narkoba, Kepala BNN Mengaku Ingin Belajar ke Duterte


Kepala BNN,Budi Waseso memberi keterangan saat rilis pengungkapan pengedar sabu di Jakart,Senin (27/3) Lintasaktual/Dirga


Lintasaktual - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso berkeinginan belajar pada Presiden Filipina Rodrigo Duterte,hal ini terkait pemberantasan narkotika yang masif dilakukan oleh sang Presiden.

''Hasil poling menunjukan 92 persen rakyat Filipina setuju tindakan tegas yang dilakukan Presiden Duterte terhadap pelaku penyalagunaan narkotika,''kata Budi Waseso di Semarang,Selasa (4/4/2017) seperti di kutip dari laman Lintasaktual.

Atas dasar itulah,ia mengaku ingin bertemu langsung dengan Duterte untuk belajar tentang pemberantasan narkotika,''Mumpung masih ad kesempatan,''kata Jendral bintang tiga itu yang biasa disapa Buwas.

Dalam pemberantasan narkotika,Kepala BNN ini menginginkan,tindakan tegas terhadap para pengguna maupun para pengedar,Meski hanya satu gram,menurutnya,narkotika berdampak besar dan luar biasa terhadap nyawa manusia.

Salah satu upaya,Buwas menjelaskan,tindakan tegas terhadap pelaku penyalagunaan narkotika,khususnya residivis,''meringankan beban lapas,jangan sampahnya kita beri kelapas,''ujar dia.

Selain itu ia menambahkan,perang terhadap narkotika harus dimulai dengan membangun komitmen aparat negara dan penegak hukum,''Bagaimana mau tertibkan orang lain,jikalau kita sendiri tidak tertin,''tegas Kepala BNN ini.


Ditulis Oleh - Dirga Lintasaktual

Thursday, June 29, 2017

Demi Biaya Kuliah, Gadis Cantik Rela Diremas Payudaranya



Seorang gadis berpenampilan zeksi meminta para pria meremas payudaranya dengan syarat memberinya uang untuk biaya kuliah.



Lintasaktual - Di beberapa negara,untuk menempuh pendidikan yang baik memang memerlukan biaya besar,Maka tak heran jika segelintir orang rela bekerja paruh waktu itu untuk membiayai studi mereka hingga selesai.

Para siswa biasanya akan memilih bekerja direstoran cepat saji ataupun kafe,Namun,perempuan ini memilih cara yang lebih mudah untuk mengumpulkan uang dengan cepat.

Dilangsir dari Lintasmetro.com,Selasa (27/6/2017),Dalam sebuah video singkat yang beredar di Facebook,terlihat perempuan yang tak diketahui identitasnya itu berpenampilan bak ratu kecantikan dan mengizinkan siapapun orang yang meraba payudaranya jika mereka memberikan uang.

Perempuan itu terlihat menggunakan gaun merah dengan potongan tinggi untuk membiakan orang-orang melihat tubuh indahnya,dan garis leher yang terlalu rendah juga memungkinkan orang melihat payudaranya.

Penampilan zeksi perempuan itu kontan menarik perhatian para pria,Beberapa dari mereka bahkan ingin menyentuh payudaranya,tapi ada juga pria yang malu bahkan enggan memegangnya,namun anehnya,perempuan itu dengan senang hati membimbing para pria untuk meraba payudaranya dengan benar.

Tindakan perempuam itu juga membuat beberapa respon yang beragam dari warganet,Banyak dari mereka yang mengatakan jika tindakannya sangat tidak diterima,Namun,adapula yang memujinya karena dia telah mengumpulkan uang demi pendidikannya.

Ditulis Oleh - Lintasaktual Dirga

Gita Gutawa Dinobatkan Jadi Duta Kehormatan Pariwisata Seoul

www.sinidomino.com
Gita Gutawa baru saja dinobatkan sebagai duta kehormatan pariwisata Kota Seoul,Korea Selatan (Lintasmetro.com/Dirga)


Lintasaktual - Baru saja dinobatkan sebagai duta kehormatan pariwisata Kota Seoul,Korea Selatan,penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Wakil Walikota Seoul,Liu Gyeong Gee,dalam acara''Seoul Talk Concert in Jakarta'' yang digelar di Ciputra Artpeneur,Jakarta Selatan,Minggu (21/5/2017)

''Saat ini saya akan tunjuk seorang duta Promosi promosi Kota Seoul dari Indonesia,Dia seorang penyanyi yang juga menyukai budaya Korea Selatan,yaitu Gita Gutawa,''ujar Liu Gyeong Gee,Wakil Walikota Seoul.

Gita Gutawa yang malam itu hadir menggunakan gaun berwarna cream mengaku sangat bangga menerima penghargaan tersebut.

''Alhamdulilah,ini sebuah kehormatan menjadi Duta Kehormatan Promosi Kota Seoul,Senang banget,aku tahu kalau Kota Seoul itu indah banget,Aku sudah beberapa kali kesana untuk liburan,nyanyi dan syuting iklan juga,''jelas Gita Gutawa.

Selain itu,Gita Gutawa juga mengaku kagum dengan Korea Selatan yang sangat menghargai indrustri kreatifnya,Gita Gutawa berharap agar Indonesia dapat belajar dari Korea Selatan untuk perkembangan indrustri kreatif .

Gita juga merupakan orang Indonesia kedua yang mendapatkan penghargaan dari Pemerintah Korea Selatan Kota Seoul,Sebelumnya,Presiden Joko Widodo juga menerima penghargaan sebagai warga kehormatan Seoul.

Selain menerima penghargaan,Gita Gutawa juga menyanyi beberapa lagu miliknya,Seperti ''Sempurna,Harmoni Cinta,dan Ayo (Come On)'',dalam acara tersebut.

Ditulis Oleh - Dirga Lintasaktual

Wednesday, June 28, 2017

Djarot: Ahok Tambah Sehat dan Tampak Kekar


Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama Djarot Saiful Hidayat memberikan ucapan selamat kepada Anies-Sandi yang menang versi hasil hitung cepat Pilkada DKI 2017, Jakarta, Rabu (14/4) Lintasaktual.com/Dirga

Lintasaktual Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjenguk Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Sejumlah canda dan perbincangan lucu terlontar dari obrolan keduanya.
Djarot menyampaikan, dirinya tidak menyangka kalau badan Ahok lebih bugar ketimbang dirinya. Padahal kalau soal kesibukan, jadi gubernur tentu lebih repot, tidak hanya fisik tapi juga pikiran.

"Waduh sekarang saya tambah sehat Mas, karena nulis dan olahraga. Biasanya olahraga satu hari hanya satu jam, ini bisa sampai tiga jam. Badan tampak kekar," ujar Djarot menirukan omongan Ahok di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Sabtu (17/6/2017).

"Saya pikir saya lebih langsing, ternyata dia yang lebih langsing," tutur Djarot lagi.

Selain membicarakan soal keseharian masing-masing Djarot juga mendiskusikan seputar permasalahan di Jakarta. Khususnya terkait percepatan penyelesaian berbagai program semasa Ahok menjabat sebagai Gubernur DKI.

"Didiskusikan ya PR kita yang belum selesai. Salah satunya itu Beliau bilang untuk Kota Tua Grosir, itu bisa ada lagi. Kemudian Taman Ismail Marzuki. Kemudian kelanjutan dari Pasukan Pink, RPTRA. Kemudian tentang e-Budgeting itu harus kita harus gunakan e-Budgeting dan harus cash plus ya pakai e-Money. Sehingga betul-betul kita bisa membangun pemerintahan yang bersih," jelas Djarot.

Kunjungan Djarot ke Mako Brimob sebenarnya sudah diniatkan sejak Jumat 16 Juni 2017 kemarin. Hanya saja, agenda yang padat memaksa mantan Wali Kota Blitar itu menunda pertemuannya dengan Ahok hingga keesokan harinya.

"Ternyata nggak keburu karena Jumat sangat padat. Sehabis kunjungan ke 3, 4 (tempat), saya sempatkan ke Mako Brimob untuk berdiskusi sama beliau dan alhamdulillah Pak Ahok sehat," Djarot menandaskan.